Berita


Presiden Batal Hadiri Tamadun Melayu I

Tanggal Pembuatan : 23-09-2013

Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) batal membuka Perhelatan Tamadun Melayu I yang akan mulai digelar, Jumat (27/9) mendatang. Kegiatan tersebut akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Boediono. Kepastian itu dikatakan Gubernur Kepri, HM Sani usai menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (20/9) siang.

Hal itu disampaikan Sani setelah mendapat kabar dari Istana Negara. Karena pada tanggal tersebut, SBY dijadwalkan akan menghadiri empat kegiatan kenegaraan, salah satunya kegiatan di Aceh.

"Yang jelas Presiden SBY tidak bisa hadir pada tanggal tersebut, karena pada hari itu ada empat kegiatan yang harus dihadirinya. Sehingga posisinya akan digantikan oleh Wakil Presiden, Boediono untuk membuka kegiatan itu nanti,” jelas Sani.

Dikatakannya, untuk persiapan kedatangan orang nomor dua tersebut, pihaknya akan berangkat ke Jakarta, Senin (23/9) mendatang. Dijadwalkan Boediono hanya akan berada di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang selama dua jam. Dijelaskannya, setelah itu, Boediono akan kembali berangkat ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan lainnya. "Rencana awalnya, Wakil Presiden, Boediono pada hari itu akan berada di Tanjungpinang selama dua jam. Usai membuka kegiatan, dan meninjau stan pameran, beliau akan kembali berangkat ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan lainnya,” jelasnya lagi.

Terkait gelar Sri Perdana Mahkota Negara yang akan disematkan kepada presiden, Sani mengatakan gelar tersebut nantinya akan tetap diberikan sewaktu-waktu, jika Presiden datang berkunjung ke Provinsi Kepri. "Bukan batal, tapi hanya ditunda. Karena sewaktu-waktu apabila Presiden berkunjung ke Provinsi Kepri gelar tersebut akan tetap diberikan,” tegas Sani.

Telan Dana Rp 5 Miliar

Perhelatan Tamadun Melayu I yang akan digelar tiga hari ini, akan menghabiskan dana Rp5 miliar. Anggaran ini, berasal dari APBD sebesar Rp 3 miliar dan APBDP Rp2 miliar. Besarnya anggaran ini lebih besar dari rencana semula yang hanya Rp 3 miliar. Sani mengatakan penambahan anggaran ini karena adanya penambahan jumlah peserta.

Sementara itu, Husnizar Hood, panitia pelaksana yang hadir menemui Gubernur Kepri, HM Sani di Gedung Daerah ketika ditanya tentang persiapan kegiatan tersebut, mengatakan banyak kegiatan persiapan yang molor dan di luar perencanaan. Hal itu menyebakan persiapan menjadi kurang matang.

"Seharunya, sepekan yang lalu sudah bisa melakukan gladi kotor, seperti bidang artistik. Namun sarana yang harus disediakan Dinas Kebudayaan Kepri sampai saat ini belum berdiri. Sehingga hanya bisa berlatih di Sanggar. Padahal untuk penyesuaian juga butuh waktu,” cetusnya.

Sumber: http://batampos.co.id/2013/09/21/presiden-batal-hadiri-tamadun-melayu-i/

1. Download File 123
2. Download FIle 456

Kembali..



Tambah Komentar

Nama: Field dibutuhkan.
Email: Field dibutuhkan. Tidak terlihat
Website:
Kode captcha: Field dibutuhkan.
Komentar anda: Field dibutuhkan.